blog yang bervariasi dan mungkin juga tidak masuk akal . semoga tidak menyalahi aturan yang ada .
Tampilkan postingan dengan label detikhealth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label detikhealth. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 April 2011
Ini Akibatnya Jika Anak Cepat Puber
Sering nonton sinetron, banyak makan makanan junk food, faktor genetik atau beberapa penyakit bisa membuat anak mengalami pubertas dini. Ini membuat anak tumbuh dewasa sebelum usianya. Apa bahayanya bila anak pubertas dini?
Secara umum, tanda awal pubertas yang normal mulai muncul pada anak perempuan pada usia 8-13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki pada usia 9-14 tahun.
Bila tanda seksual sekunder pada anak perempuan muncul sebelum usia 8 tahun dan anak laki-laki sebelum usia 9 tahun, hal itu disebut pubertas prekoks atau pubertas dini, seperti dikutip dari tulisan dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, dalam buku yang berjudul 'Panik Saat Puber? Say No!!!' terbitan Dian Rakyat.
Pada anak perempuan, pubertas dini ditandai dengan timbulnya pembesaran payudara, pertumbuhan tinggi badan yang cepat dibanding anak seumurnya dan tumbuh rambut kemaluan lebih awal. Sementara itu, pada anak laki-laki diawali dengan pembesaran buah zakar (testis) kemudian diikuti pembesaran penis.
"Perubahan hormon dalam tubuh pasti akan mempengaruhi struktur tubuh. Jadi kalau anak pubertas dini, pasti akan ada dampaknya," jelas dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, dalam acara Talkshow Media dan Peluncuran Buku 'Panik Saat Puber? Say No!!!' di Magenta Cafe, Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/4/2011)
Seseorang menjadi penyandang pubertas prekoks tergantung dari berbagai faktor, seperti faktor genetik atau penyakit tertentu yang dapat merangsang produksi hormon gonad, seperti tumor ovarium atau tumor testis.
Menurut dr Aditya, pubertas dini pada anak perempuan sering disebabkan karena gangguan hormon di otak yaitu di hipotalamus dan hipofise, sedangkan pada anak laki-laki karena tumor.
"Anak yang sering nonton sinetron atau sering makan makanan yang mengandung hormon seperti junk food juga bisa mengalami pubertas dini," lanjur dr Aditya yang merupakan spesialis anak di RSAB Harapan Kita.
Dalam bukunya dr Aditya menjelaskan, kalau pubertas timbul lebih awal maka tidak hanya ditandai dengan pertumbuhan tubuh yang besar dan menjadi lebih cepat tinggi, tapi tulang juga akan lebih cepat menutup.
Jadi, bila seorang remaja mengalami pubertas dini, awalnya pertumbuhan badannya akan lebih tinggi, tetapi karena tulang menutup lebih cepat maka menyebabkan tubuhnya lebih pendek dari teman lainnya yang mengalami pubertas normal.
Di samping itu, bila terlalu cepat mengalami pubertas maka hormonnya akan tinggi dan itu akan menjadikan anak 'dewasa lebih cepat', padahal mentalnya belum siap menjadi dewasa.
Pada akhirnya, anak tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hal yang ditakutkan yaitu bila ia menyenangi lawan jenis yang dapat menimbulkan peristiwa yang tidak diharapkan akibat dorongan hormonalnya tersebut.
"Anak yang pubertas dini akan menjadi salah tingkah, tidak bisa menempatkan diri, dandanan menjadi dewasa, mudah cemas, peragu dan menjadi tidak percaya diri. Ini karena mereka belum siap dan ketika terjadi pubertas dini mereka tidak menyadarinya," jelas dra Louise Maspaitella M.Psi, Psikolog Klinis Keluarga dari RSAB Harapan Kita.
Tidak hanya secara psikologis dan pertumbuhan badan, dr Aditya juga mengatakan bahwa pubertas dini dapat meningkatkan risiko kanker dan tumor di kemudian hari.
"Pubertas dini artinya hormonnya akan semakin cepat. Ini bisa mempengaruhi struktur tubuh dan meningkatkan risiko tumor. Pada perempuan misalnya bisa memicu kanker payudara. Pada laki-laki juga bisa meningkatkan risiko tumor testis dan tumor prostat," tutur dr Aditya yang mendalami masalah hormon pertumbuhan.
Pubertas dini meningkatkan risiko kanker dan tumor karena tingkat hormon estrogen, progesteron (pada perempuan) dan testosteron (pada laki-laki) dapat memicu beberapa tumor yang bisa menjadi ganas.
Bagaimana mengatasinya?
Sebelum mengobati atau menghentikan pubertas dini, harus ditentukan terlebih dahulu penyebabnya.
Pubertas prekoks atau pubertas dini berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua, yaitu pubertas prekoks sentral dan perifer.
Pada pubertas prekoks sentral maka akan melibatkan semua hormon di otak. Sementara itu, pada pubertas prekoks perifer, keterlibatan hanya di tempat tertentu, biasanya karena tumor.
Dalam bukunya, dr Aditya menjelaskan, bila penyebabnya sentral maka diberikan hormon antagonis yang bertujuan untuk menghambat pubertas. Tetapi, bila penyebabnya perifer maka tumornya harus diangkat atau diobati apa yang menjadi penyebabnya.
Makanan yang Harus Dihindari Bayi Berdasarkan Usia
Beberapa orangtua kadang tidak sabar ingin cepat-cepat memberikan makanan untuk bayinya. Tapi ingat, ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi berdasarkan usianya.
Saat bayi tumbuh dan bertambah usianya maka orangtua mulai ingin memperkenalkan beberapa variasi makanan untuknya. Tapi tidak semua makanan aman bagi anak, beberapa diantaranya memiliki bahaya tersedak dan yang lainnya tidak baik dikonsumsi karena bayi belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna.
Beberapa makanan sebaiknya dihindari oleh bayi berdasarkan usianya, seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (8/4/2011) yaitu:
Usia 4-6 bulan
Orangtua sebaiknya tidak memberikan makanan jenis apapun pada bayi sekalipun makanan tersebut lembut atau berupa bubur, karena semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sudah tercukupi melalui ASI sampai 6 bulan pertama.
Usia 6-12 bulan
Meskipun bayi sudah boleh menerima makanan selain susu, tapi beberapa jenis makanan sebaiknya dihindari oleh bayi yaitu:
1. Madu, ada kemungkinan madu mengandung Clostridium botulinum yang bisa menyebabkan botulisme. Pada orang dewasa saluran ususnya bisa mencegah pertumbuhan spora ini, tapi pada bayi spora ini bisa tumbuh dan menghasilkan racun yang mengancam jiwa.
2. Selai kacang, selai kacang umumnya memiliki tekstur yang lengket sehingga membuat bayi sulit untuk menelan.
3. Susu sapi, umumnya bayi tidak bisa mencerna protein dalam susu sapi untuk 1 tahun pertama. Selain itu ia juga tidak membutuhkan semua nutrisi yang terkandung di dalam susu, dan jumlah tertentu dari mineral bisa merusak ginjalnya.
4. Makanan dengan potongan besar, sayuran seperti wortel, seledri atau tomat, daging atau keju sebaiknya dipotong dadu kecil, diparut atau direbus lalu dipotong untuk mencegah makanan tersebut terjebak di tenggorokan. Sedangkan untuk buah sebaiknya diberikan dalam bentuk jus.
5. Makanan keras, jenis makanan seperti kacang-kacangan, popcorn, permen keras, kismis atau buah kering lainnya berpotensi tersedak.
Usia 12-24 bulan
1. Susu rendah lemak, sebagian besar anak balita muda membutuhkan lemak dan kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan, karena itu hindari susu yang rendah lemak untuk anak dibawah usia 2 tahun.
2. Hindari pula makanan yang berpotensi menyebabkan tersedak.
Usia 24-36 bulan
Meskipun anak sudah lebih banyak mengonsumsi variasi makanan, tapi masih ada kemungkinan ia tersedak oleh makanan. Untuk itu tetap hindari makanan yang keras, berpotongan besar serta permen karet karena umumnya anak belum mengerti cara mengonsumsi yang benar. Selain itu hindari anak makan sambil berjalan, menonton tv atau melakukan hal lain yang bisa mengalihkan perhatiannya dari makanan.
Makanan yang dikonsumsi anak memiliki fungsi penting sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangannya, tapi orangtua juga harus mempertimbangan sistem pencernaan yang dimiliki oleh anak apakah sudah sempurna atau belum.
Cara Alami Merangsang Persalinan
Jika kehamilan sudah mencapai usia 40 minggu dan belum ada tanda-tanda kontraksi maka ibu hamil akan diberikan induksi untuk merangsang persalinan. Tapi ternyata ada cara-cara alami yang bisa dilakukan untuk merangsang persalinan.
Persalinan umumnya tidak akan mulai terjadi ketika seseorang sedang tegang, khawatir atau berusaha keras untuk melahirkan. Karenanya beberapa ibu kadang harus menggunakan bantuan induksi untuk merangsang terjadinya kontraksi. Induksi ini tidak hanya sebatas obat-obatan, tapi juga bisa didapatkan secara alami atau natural.
Induksi alami sebaiknya dilakukan minimal setelah usia kehamilan mencapai 38 minggu. Beberapa hal bisa dilakukan untuk menginduksi persalinan secara alami, seperti dikutip dari Pregnancy.lovetoknow.com dan Babycenter, Sabtu (9/4/2011)yaitu:
Cobalah untuk rileks
Cobalah mandi dengan iar hangat, mendapatkan pijat dengan tujuan relaksasi yang membuat tubuh tenang. Jika rileks maka tubuh akan lebih siap untuk melakukan persalinan. Bisa juga dengan melakukan meditasi seperti menutup mata sambil menarik napas dalam-dlam melalui hidung dan keluarkan di mulut, serta membayangkan hal-hal yang menyenangkan, lembut dan damai mengenao persalinan.
Melakukan hubungan seks
Seks merupakan trik yang paling terkenal untuk memulai persalinan, karena cairan semen mengandung prostaglandin alami yaitu hormon yang terlibat dalam persalinan awal. Kegiatan sederhana lainnya juga bisa membantu seperti meminta pasangan untuk merangsang puting susu sehingga bisa mencapai orgasme. Kondisi ini bisa membantu membuka leher rahim sebesar 2 cm.
Berhubungan seks dan mencapai orgasme bisa mendorong pelepasan oksitosin. Tapi jangan lakukan secara terus menerus, jika sampai setengah jam atau lebih tidak ada perubahan sebaiknya dihentikan dan mungkin bisa mencobanya lagi di lain hari.
Cobalah untuk berjalan-jalan
Melakukan jalan-jalan dengan perlahan dan lembut bisa memulai terjadi kontraksi, menempatkan tekanan pada leher rahim yang dapat mendorongnya untuk membesar. Tapi pastikan tetap mengonsumsi cairan yang cukup, mempertahankan suhu tubuh dan mendengarkan sinyal dari tubuh. Jika tubuh sudah merasa lelah itu memberitahu untuk berhenti.
Berbicara dengan bayi yang dikandung
Studi terbaru menunjukkan berbicara dengan bayi yang dikandung dan memastikan bahwa ia akan merasa diterima dengan baik dan memberikan kesempatan membentuk ikatan dengan bayi yang secara alami bisa menginduksi persalinan.
Benda Asing di Esofagus
Esofagus merupakan salah satu organ silindris berongga dengan panjang sekitar 25 cm dan berdiameter 2 cm, terbentang dari hipofaring sampai cardia lambung, kira-kira 2-3 cm di bawah diafragma. Bisa saja benda asing masuk ke dalam saluran ini baik disengaja maupun tidak.
Masuknya benda asing pada anak-anak bisa disebabkan kelainan, koordinasu proses menelan dan sfinger laring belum sempurna. Sedangkan pada orang dewasa bisa disebabkan karena cara mengunyah yang salah dengan gigi palsu yang kurang baik pemasangannya, mabuk atau intoksikasi (masuknya racun toksin melalui bahan pangan ke dalam tubuh).
Gejala
Tersedak hebat, batuk tiba-tiba, kesusahan bernafas.
Penyembuhan
Apabila benda asing tersebut tidak dapat dimuntahkan maka cara yang ditempuh adalah dengan melakukan pembedahan.
Langganan:
Postingan (Atom)
